Kisah Inspiratif Mahasiswa STAIPTIQ Aceh Berprestasi di Tingkat Nasional

Categories:

Pendahuluan

Setiap kampus memiliki mahasiswa yang menjadi inspirasi bagi orang lain — bukan hanya karena prestasi akademiknya, tetapi juga karena semangat, perjuangan, dan dedikasinya dalam menuntut ilmu.
Di lingkungan STAIPTIQ Aceh, banyak mahasiswa yang membuktikan bahwa kampus Islam juga mampu melahirkan generasi berprestasi di tingkat nasional tanpa meninggalkan nilai-nilai religius.

Kisah mereka menjadi bukti bahwa dengan kerja keras, doa, dan komitmen, siapa pun bisa mencapai hal besar, sekaligus membawa nama baik kampus dan daerahnya ke kancah nasional.


1. Dari Desa ke Panggung Nasional

Sebut saja Rizki Fadillah, mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam di STAIPTIQ Aceh. Lahir di sebuah desa kecil di Aceh Utara, Rizki tumbuh dalam keterbatasan fasilitas pendidikan. Namun, semangatnya untuk belajar tidak pernah padam.

Berbekal tekad dan bimbingan para dosen, ia berhasil menjuarai Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTIN) 2024 yang diselenggarakan oleh Kemenag RI.
Karyanya yang berjudul “Integrasi Nilai Qurani dalam Pendidikan Karakter Era Digital” mendapatkan apresiasi tinggi karena memadukan pemikiran akademik dan nilai spiritual secara seimbang.

Rizki mengaku, motivasinya sederhana:

“Saya hanya ingin menunjukkan bahwa mahasiswa dari kampus kecil pun bisa berprestasi besar, asalkan sungguh-sungguh dan tidak menyerah.”


2. Dakwah Digital yang Menginspirasi

Sementara itu, Nurul Azizah, mahasiswi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, dikenal sebagai influencer dakwah muda yang aktif di media sosial.
Melalui akun TikTok dan Instagram-nya, Nurul rutin membagikan konten singkat berisi nasihat islami, kisah sahabat Nabi, dan tips hijrah untuk generasi muda.

Ia berhasil menembus Top 10 Finalis Duta Dakwah Digital Nasional 2025, sebuah ajang yang diikuti oleh lebih dari 300 peserta se-Indonesia.
Nurul menegaskan bahwa media sosial bukan hanya tempat hiburan, tetapi juga sarana dakwah masa kini:

“Kalau orang lain bisa viral karena konten hiburan, mengapa kita tidak bisa viral karena kebaikan?”

Prestasinya membuktikan bahwa mahasiswa STAIPTIQ Aceh juga mampu bersaing di dunia digital dengan membawa misi dakwah yang santun dan kreatif.


3. Mengharumkan Nama Kampus Lewat Inovasi Sosial

Berbeda lagi dengan Faisal Rahman, mahasiswa jurusan Ekonomi Syariah yang memenangkan Kompetisi Inovasi Sosial Mahasiswa Indonesia (KISMI).
Ia menciptakan program “Sedekah Sampah Digital”, sebuah sistem berbasis aplikasi yang mengubah sampah menjadi donasi untuk anak yatim di pesantren.

Proyek ini menggabungkan prinsip ekonomi sirkular dengan konsep sedekah dalam Islam. Faisal mengembangkan aplikasinya bersama dua teman satu tim, dibimbing oleh dosen pembina STAIPTIQ Aceh.
Kini, inovasinya sudah diadopsi oleh beberapa pesantren di Aceh dan Medan.

Menurut Faisal,

“Inovasi bukan sekadar menciptakan teknologi, tapi bagaimana teknologi bisa membawa manfaat dan keberkahan bagi orang lain.”


4. Rahasia di Balik Prestasi Mereka

Ketika ditanya tentang rahasia keberhasilan, ketiga mahasiswa ini sepakat bahwa kunci utamanya adalah niat, disiplin, dan doa.
Mereka tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga aktif dalam kegiatan kampus, organisasi, dan pembinaan spiritual.
Rutinitas seperti shalat berjamaah, dzikir pagi, dan mentoring keagamaan di STAIPTIQ Aceh menjadi bagian penting dalam menjaga semangat dan arah hidup mereka.

Selain itu, dukungan dari dosen dan lingkungan kampus juga sangat berperan. Dosen tidak hanya mengajar, tetapi juga menjadi pembimbing yang mendorong mahasiswa untuk berani bermimpi besar dan keluar dari zona nyaman.


5. STAIPTIQ Aceh sebagai Kampus Pencetak Generasi Inspiratif

Keberhasilan mahasiswa-mahasiswa ini tidak terlepas dari komitmen STAIPTIQ Aceh dalam membangun ekosistem pendidikan yang humanis dan islami.
Kampus menyediakan ruang bagi mahasiswa untuk:

  • Mengikuti kompetisi ilmiah dan kewirausahaan nasional.
  • Mengembangkan kreativitas dan minat dakwah digital.
  • Melaksanakan pengabdian masyarakat berbasis riset.
  • Menguatkan nilai-nilai Qurani dan akhlak mulia.

Dengan dukungan ini, mahasiswa tidak hanya tumbuh sebagai akademisi, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial dan duta kebaikan bagi umat.


Kesimpulan

Kisah inspiratif mahasiswa STAIPTIQ Aceh adalah bukti nyata bahwa kesungguhan, iman, dan ilmu dapat membawa seseorang meraih prestasi luar biasa.
Mereka adalah contoh generasi muda muslim yang tidak hanya unggul dalam prestasi duniawi, tetapi juga berpegang teguh pada nilai-nilai Islam.

Dari Aceh untuk Indonesia, mahasiswa STAIPTIQ Aceh siap menjadi pelita ilmu dan moral bagi masyarakat, membuktikan bahwa kampus Islam mampu melahirkan insan berprestasi yang membawa berkah bagi umat dan bangsa.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *