STAIPTIQ Aceh Selenggarakan Dauroh Tahfidz Nasional, Santri dan Mahasiswa Dilatih Metode Hafalan Intensif

Categories:

Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STAIPTIQ) Aceh menggelar kegiatan keagamaan berupa Dauroh Tahfidz Nasional 2025 yang berlangsung selama lima hari di Aula Utama Kampus STAIPTIQ, Banda Aceh. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa, santri, serta peserta umum dari berbagai kabupaten di Aceh dan wilayah Sumatera lainnya.


Pembinaan Langsung dari Para Hafidz dan Qari Nasional

Dauroh ini menghadirkan pemateri dari kalangan ulama hafidz Al-Qur’an dan qari nasional yang membimbing peserta memperbaiki bacaan, mempercepat hafalan, serta memahami adab penghafal Al-Qur’an (Hamalatul Qur’an).

Salah satu pemateri menyampaikan,
“Menghafal Qur’an bukan hanya kecepatan mengingat ayat, tetapi juga menjaga akhlak, niat, dan konsistensi dalam mengamalkannya.”

Peserta mendapatkan pendampingan intensif secara individu dan kelompok untuk memperdalam hafalan juz pilihan hingga target hafalan baru.


Metode Hafalan yang Diterapkan

Dalam dauroh ini diterapkan beberapa metode yang dikenal efektif untuk memperkuat hafalan mahasiswa, seperti:

  • Metode Tikrar (Pengulangan Berulang)
  • Metode Takrir Jama’i (Hafalan Kelompok)
  • Sima’an Bersanad
  • Metode Muraja’ah Harian dengan Ujian Target

Pendekatan tersebut tidak hanya meningkatkan hafalan baru, tetapi juga memperkuat hafalan lama yang sering terlupa (mutasyabih).


Kompetisi Mini Sima’an Antarpeserta

Pada hari terakhir kegiatan, panitia menyelenggarakan Kompetisi Mini Sima’an untuk menguji kekuatan hafalan peserta secara terbuka. Para peserta yang mencapai nilai terbaik mendapatkan penghargaan berupa sertifikat, mushaf eksklusif, dan kesempatan mengikuti pelatihan lanjutan tingkat Sanad.


Harapan Kampus terhadap Penghafal Qur’an Muda

Pihak STAIPTIQ Aceh berharap bahwa kegiatan ini dapat melahirkan generasi muda Aceh yang istiqamah menjaga Al-Qur’an dan siap berkhidmah melalui pendidikan, dakwah, serta sosial kemasyarakatan.

“Kami ingin mencetak penghafal Qur’an yang bukan hanya fasih dalam bacaan, tapi juga berakhlak Qur’ani dan siap berdakwah untuk umat,” ujar Ketua STAIPTIQ Aceh saat penutupan.


Kesimpulan

Dauroh Tahfidz Nasional 2025 yang diselenggarakan oleh STAIPTIQ Aceh menjadi wadah pengembangan kompetensi tahfidz yang bukan hanya menekankan kemampuan hafalan, tetapi juga akhlak, kedisiplinan, dan profesionalisme sebagai pengemban amanah Al-Qur’an. Melalui kegiatan ini, STAIPTIQ Aceh memperkuat peran sebagai lembaga pendidikan Islam yang mengabdi bagi generasi Qur’ani di tanah rencong.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *